Materi Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes Potensi Skolastik atau TPS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk menguji kemampuan kognitif seseorang. Berbeda dengan tes akademik yang menguji hafalan pelajaran, TPS lebih fokus pada potensi intelektual dan kemampuan bernalar yang dianggap penting untuk keberhasilan di pendidikan tinggi.
Mari kita bedah empat kompetensi utama dalam TPS dengan bahasa yang sederhana.
1. Penalaran Umum: Fondasi Berpikir Logis
Penalaran umum adalah kemampuan untuk memecahkan masalah baru yang belum pernah ditemui sebelumnya. Di sini, Anda tidak butuh rumus rumit, melainkan ketajaman logika.
a. Penalaran Induktif: Menarik kesimpulan umum dari pengamatan hal-hal khusus.
Contoh: Jeruk A rasanya manis, Jeruk B manis. Kesimpulan sementara: Semua jeruk di toko ini manis.
b. Penalaran Deduktif: Menarik kesimpulan khusus dari pernyataan umum (silogisme).
Rumus: Jika P maka Q. Jika Q maka R. Maka, jika P maka R.
c. Penalaran Kuantitatif: Menggunakan data sederhana atau pola angka untuk mengambil keputusan.
Tips Belajar: Seringlah berlatih soal deret angka dan logika posisi (siapa duduk di sebelah siapa). Kuncinya adalah fokus pada premis yang diberikan, bukan pada pengetahuan umum Anda di luar soal.
2. Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)
Kompetensi ini menguji seberapa luas wawasan Anda terhadap bahasa dan kosa kata. Fokus utamanya adalah memahami hubungan antar kata dan makna teks secara mendalam.
a. Sinonim dan Antonim: Menguji kekayaan kosa kata. Misalnya, memahami bahwa "Iterasi" berarti pengulangan dan "Kontraksi" dalam ekonomi berarti penyusutan.
b. Analogi Kata: Menguji kemampuan melihat hubungan antar objek. Jika "Hutan berhubungan dengan Pohon", maka "Armada berhubungan dengan Kapal". Hubungannya adalah kelompok dan anggotanya.
c. Ide Pokok: Kemampuan menyaring informasi penting dari sebuah paragraf. Tipsnya: Biasanya ide pokok berada di awal (deduktif) atau di akhir (induktif) kalimat.
3. Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis (PBM)
Bagian ini sering dianggap remeh, padahal membutuhkan ketelitian tinggi terhadap aturan bahasa Indonesia (PUEBI/EYD).
a. Kalimat Efektif: Kalimat yang tidak bertele-tele dan memiliki unsur S-P (Subjek-Predikat) yang jelas. Hindari penggunaan kata ganda yang mubazir, seperti "Para siswa-siswa" (cukup "Para siswa" atau "Siswa-siswa").
b. Ejaan dan Tanda Baca: Penggunaan huruf kapital, tanda koma, dan titik dua sering menjadi jebakan. Misalnya, tanda koma digunakan sebelum kata "dan" dalam rincian lebih dari dua hal (A, B, dan C).
c. Kata Serapan: Memahami penulisan baku. Banyak orang salah menulis "Analisa", padahal yang benar menurut kamus adalah "Analisis".
Strategi: Biasakan membaca artikel berita berkualitas untuk membiasakan mata melihat struktur kalimat yang baku dan rapi.
4. Pengetahuan Kuantitatif: Matematika dalam Kehidupan
Banyak yang takut dengan bagian ini, padahal Pengetahuan Kuantitatif dalam TPS tidak serumit matematika di sekolah. Ini lebih ke arah "logika matematika".
a. Aljabar Sederhana: Menyelesaikan persamaan linear satu atau dua variabel.
b. Aritmatika Sosial: Menghitung persentase untung-rugi, diskon bertingkat, atau bunga bank.
c. Geometri Dasar: Memahami sifat-sifat bangun datar (persegi, segitiga, lingkaran) dan bangun ruang. Misalnya, bagaimana luas berubah jika alasnya diperbesar sekian persen.
d. Statistika Dasar: Menghitung rata-rata (mean), median, dan modus dari data sederhana.
Strategi Menghadapi Ujian Massal
Menghadapi ujian massal dengan sistem digital membutuhkan persiapan mental dan teknis yang matang. Berikut adalah beberapa poin penting:
Manajemen Waktu: Jangan terpaku pada satu soal yang sulit. Ingat, satu soal Penalaran Umum memiliki bobot yang sama dengan soal lainnya dalam kategori tersebut. Jika dalam 1 menit tidak menemukan pola, segera lompati.
2. Pahami Format Soal (MCSA vs MCMA):
a. MCSA (Multiple Choice Single Answer): Hanya ada satu jawaban benar. Gunakan teknik eliminasi untuk membuang jawaban yang paling tidak masuk akal.
b. MCMA (Multiple Choice Multi Answer): Anda bisa memilih lebih dari satu jawaban. Hati-hati, seringkali satu jawaban salah yang Anda centang bisa menggugurkan poin soal tersebut secara keseluruhan (tergantung sistem penilaian).
3. Ketentuan Fullscreen: Seperti yang Anda ketahui, sistem ujian seringkali memiliki pengaman. Jangan mencoba berpindah tab atau meminimalkan jendela ujian. Jika sistem memberikan batas 3 kali keluar fullscreen, pastikan notifikasi perangkat Anda (seperti WhatsApp Web atau email) sudah dimatikan agar tidak mengganggu fokus.
4. Kondisi Fisik: Karena TPS sangat menguras energi otak dalam waktu singkat (biasanya 90-120 menit), pastikan asupan nutrisi dan hidrasi tercukupi sebelum ujian dimulai.
Berikut adalah simulasi ujian CBT Akademik untuk tahun 2026. Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan peserta dalam menghadapi ujian resmi dengan sistem Computer Based Test yang stabil dan akurat.
📋 TATA TERTIB PESERTA:
- PASSWORD UJIAN: 1234 atau UjianCBT2026.
- Mode Jangan Ganggu: Wajib aktif agar tidak terhenti oleh notifikasi.
- Layar Penuh: Ujian wajib dalam mode Full Screen.
- Anti-Curang: Pindah tab, buka aplikasi lain, atau keluar Full Screen akan mengakibatkan ujian dihentikan otomatis.
- Waktu: Sistem akan Auto-Submit jika waktu habis.
- Hasil: Muncul otomatis setelah menekan tombol KIRIM.
Menghubungkan ke Server... 20s
“Sistem CBT ini dijalankan secara otomatis. Dengan menekan tombol mulai, Anda akan memasuki mode layar penuh untuk menjaga integritas ujian. Pastikan koneksi internet Anda stabil.”
🔐
Konfirmasi Akses
Apakah Anda sudah siap masuk ke ruang ujian online CBT?
Memuat Soal CBT...
Mohon jangan tutup atau refresh halaman ini.