-->
  • Home
  • Sitemap
  • Contact
  • About
  • Privacy Police
  • Disclaimer

EDUCATION


  • HOME
  • UJIAN CBT▼
    • TES KEMAMPUAN AKADEMIK
    • MATEMATIKA UMUM

09/02/26

Home » Matematika Umum » Ujian CBT Mengenal Korelasi dan Diagram Pencar

Ujian CBT Mengenal Korelasi dan Diagram Pencar

  Education     09/02/26



Mengungkap Rahasia Data: Mengenal Korelasi dan Diagram Pencar

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa saat cuaca semakin panas, penjualan es teh di kantin sekolah mendadak melonjak? Atau, apakah kamu merasa semakin lama kamu belajar, nilai ujianmu cenderung semakin bagus?

Di dalam matematika, hubungan "jika ini naik, maka itu ikut naik" atau "jika ini naik, maka itu justru turun" disebut dengan Korelasi. Untuk melihat hubungan ini dengan mata kepala sendiri, kita menggunakan alat bantu visual yang disebut Diagram Pencar (Scatter Plot).


1. Apa Itu Diagram Pencar?

Diagram pencar adalah cara paling sederhana untuk menampilkan hubungan antara dua hal (variabel) dalam bentuk titik-titik pada koordinat Kartesius.

Bayangkan kamu punya dua data:

a. Variabel Independen (Bebas/Sumbu-X): Ini adalah variabel yang kita anggap sebagai penyebab atau prediktor. Contohnya: Lama Waktu Belajar.

b. Variabel Dependen (Terikat/Sumbu-Y): Ini adalah variabel yang kita ukur hasilnya. Contohnya: Nilai Ujian.

Setiap pasang data (Lama Belajar, Nilai) akan menjadi satu titik pada grafik. Jika kita punya 30 siswa, maka akan ada 30 titik yang menebar di grafik tersebut. Dari sebaran titik inilah kita bisa membaca "cerita" di balik data.


2. Membaca Arah Hubungan (Korelasi)

Setelah titik-titik digambar, coba perhatikan polanya. Secara umum, ada tiga jenis arah korelasi:


A. Korelasi Positif

Jika titik-titik cenderung naik dari kiri bawah ke kanan atas, artinya ada korelasi positif.

Logikanya: Jika $X$ naik, maka $Y$ juga naik.

Contoh: Semakin tinggi badan seseorang, biasanya berat badannya juga bertambah.


B. Korelasi Negatif

Jika titik-titik cenderung turun dari kiri atas ke kanan bawah, artinya ada korelasi negatif.

Logikanya: Jika $X$ naik, maka $Y$ justru turun.

Contoh: Semakin cepat kamu mengendarai motor, semakin sedikit waktu yang kamu butuhkan untuk sampai ke tujuan.


C. Korelasi Nol (Tidak Ada Hubungan)

Jika titik-titik menyebar berantakan seperti butiran pasir yang tumpah dan tidak membentuk pola garis, maka tidak ada hubungan linear.

Contoh: Ukuran sepatu seseorang tidak ada hubungannya dengan nilai bahasa Inggrisnya.


3. Kekuatan Hubungan: Seberapa Rapat Titik-titiknya?

Selain arah, kita juga harus melihat kekuatan hubungan tersebut.

a. Kuat: Jika titik-titik sangat rapat dan hampir membentuk garis lurus. Ini berarti prediksinya akan sangat akurat.

b. Lemah: Jika titik-titik menyebar jauh dari garis bayangan, namun masih terlihat polanya.


Untuk mengukur kekuatan ini secara pasti, matematikawan menggunakan angka yang disebut Koefisien Korelasi ($r$).

a. Nilai $r$ selalu berada di antara $-1$ hingga $1$.

b. $r = 1$: Positif sempurna (semua titik tepat di garis naik).

c. $r = -1$: Negatif sempurna (semua titik tepat di garis turun).

d. $r = 0$: Tidak ada korelasi linear sama sekali.


4. Garis Regresi: Si "Peramal" Masa Depan

Setelah melihat titik-titik tersebut, kita bisa menarik sebuah garis lurus yang berada tepat di tengah-tengah sebaran titik. Garis ini disebut Garis Regresi atau Line of Best Fit.

Fungsi garis ini sangat keren: Untuk Prediksi!

a. Interpolasi: Menebak nilai di dalam jangkauan data. (Misal: Kita punya data belajar 2 jam dan 4 jam, lalu kita menebak hasil jika belajar 3 jam). Ini biasanya sangat akurat.

b. Ekstrapolasi: Menebak nilai di luar jangkauan data. (Misal: Data kita hanya sampai belajar 5 jam, tapi kita menebak hasil jika belajar 15 jam). Hati-hati! Ekstrapolasi sering kali tidak akurat karena tren di masa depan bisa saja berubah.


5. Hati-hati dengan "Pencilan" (Outlier)

Kadang-kadang, ada satu titik data yang letaknya sangat jauh dan "aneh" sendirian. Misalnya, ada siswa yang belajarnya sangat sebentar tapi nilainya sempurna (mungkin dia jenius atau sedang beruntung). Titik ini disebut Pencilan. Pencilan bisa merusak garis regresi dan membuat nilai korelasi ($r$) kita menjadi tidak akurat. Oleh karena itu, peneliti harus memeriksa mengapa pencilan itu bisa terjadi.


6. Jebakan Terbesar: Korelasi $\neq$ Kausalitas

Ini adalah bagian paling penting untuk nalar kita. Hanya karena dua hal berhubungan, bukan berarti yang satu menyebabkan yang lain.

Contoh Klasik:

Ada data menunjukkan bahwa penjualan es krim berkorelasi positif dengan jumlah serangan hiu. Apakah es krim menyebabkan hiu menyerang manusia? Tentu tidak! Keduanya dipengaruhi oleh variabel ketiga, yaitu Cuaca Panas. Saat panas, orang makan es krim, dan saat panas pula orang lebih banyak berenang di laut. Jadi, selalu gunakan logika sebelum menyimpulkan sebab-akibat.


Berikut adalah simulasi ujian CBT Akademik untuk tahun 2026. Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan peserta dalam menghadapi ujian resmi dengan sistem Computer Based Test yang stabil dan akurat.

UJIAN ONLINE CBT

Tes Kemampuan Akademik

📋 TATA TERTIB PESERTA:

  • PASSWORD UJIAN: 1234 atau UjianCBT2026.
  • Mode Jangan Ganggu: Wajib aktif agar tidak terhenti oleh notifikasi.
  • Layar Penuh: Ujian wajib dalam mode Full Screen.
  • Anti-Curang: Pindah tab, buka aplikasi lain, atau keluar Full Screen akan mengakibatkan ujian dihentikan otomatis.
  • Waktu: Sistem akan Auto-Submit jika waktu habis.
  • Hasil: Muncul otomatis setelah menekan tombol KIRIM.
Menghubungkan ke Server... 20s

“Sistem CBT ini dijalankan secara otomatis. Dengan menekan tombol mulai, Anda akan memasuki mode layar penuh untuk menjaga integritas ujian. Pastikan koneksi internet Anda stabil.”

🔐

Konfirmasi Akses

Apakah Anda sudah siap masuk ke ruang ujian online CBT?

Memuat Soal CBT...

Mohon jangan tutup atau refresh halaman ini.

By Education di 2026-02-09T12:50:00+07:00
Label: Matematika Umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ringkasan Artikel
-- ONLINE
30 Hari Terakhir
--
Total Kunjungan
--
GABUNG PANEL UJIAN CBT Tes Kemampuan Akademik (Channel)

Labels

Matematika Umum (18) Tes Kemampuan Akademik (59)

About

Matematika mengajarkan bahwa tidak ada masalah di dunia ini tanpa solusi. Matematika adalah raja dari semua sains dan semua ahli matematika adalah raja dari semua ilmuwan. Matematika adalah hal terpenting yang kita butuhkan di muka bumi, juga bahasa Inggris.

Web Links

  • Whatsapp

Menu

  • Home
  • Sitemap
  • Contact
  • About
  • Privacy Police
  • Disclaimer
Copyright © EDUCATION. All rights reserved. Template by Mitra Rizal